Saham atau Deposito?

Seorang teman pernah berkata kepada penulis “Saya lebih senang memasukkan uang saya ke deposito karena lebih menguntungkan dibandingkan bermain saham”. Bagaimana dengan anda?

Coba kita buat perbandingannya:
Misalkan teman penulis tersebut memiliki dana sebesar Rp. 100 juta. Jika dana tersebut di depositokan selama 1 tahun dengan bunga deposito 7% per tahun, maka ia akan memperoleh penghasilan sebesar Rp 7 juta selama 1 tahun.

Bagaimana jika Rp. 100 juta tersebut diinvestasikan dengan membeli saham? Misalkan dengan membeli saham Indosiar Karya Media Tbk.

Pada 13 Oktober 2010, kita beli saham Indosiar diharga Rp. 580/lembar. Tepat setahun kemudian, kita menjualnya diharga Rp. 1,360/lembar. Maka dalam waktu tepat 1 tahun, kita akan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 780/lembar.
Berarti, selama tepat 1 tahun, investasi kita telah memberikan keuntungan sebesar Rp. 134 juta atau 134%

Jadi, apakah deposito lebih menarik dari saham?

Penulis: Dedy Rusmanto (dedyrusmanto@infoaceh.com)

  • To’e

    iya pak dedi, deposito ga ada istilah rugi kan? kalau saham bisa turun kan? namun perlu diingat juga bahwa faktor inflasi perlu dipertimbangkan untuk memilih jenis investasi, dalam hal ini pilihlah investasi dengan return lebih tinggi dari inflasi.